Bakesbangpol Gelar Diklat Peningkatan Kesadaran Bela Negara Bagi Generasi Muda

Bakesbangpol Gelar Diklat Peningkatan Kesadaran Bela Negara Bagi Generasi Muda

Reporter : Syamsul Akbar

TIRIS – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) peningkatan kesadaran bela negara bagi generasi muda di Tiris Adventure Resort Desa Segaran Kecamatan Tiris, Senin hingga Rabu (8-10/7/2019).

Kegiatan ini mengambil tema “Melalui pelatihan dasar bela negara untuk mewujudkan generasi muda bangsa yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan guna memperkuat kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Diklat peningkatan kesadaran bela negara bagi generasi muda yang dibuka oleh Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto ini diikuti oleh 100 orang peserta terdiri dari unsur BEM Mahasiswa dan karang taruna di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Sebagai narasumber hadir dari Bakesbangpol tentang wawasan kebangsaan, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Probolinggo tentang pembauran kebangsaan, Polres Probolinggo tentang cyber crime dan pencegahan narkoba, Kodim 0820 Probolinggo tentang dasar-dasar bela Negara, Dinas Kesehatan tentang PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat), BPBD tentang penanggulangan bencana serta kepemimpinan dan capacity building (peningkatan kapasitas).

Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Integrasi Bangsa Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo Hariyanto mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk membina dan membentuk generasi muda bangsa Indonesia yang berkepribadian, berakhlak mulia, disiplin, terampil, mempunyai jiwa kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan serta memiliki semangat dan kesadaran bela negara. “Upaya bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Hariyanto menegaskan kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk membentuk sikap disiplin waktu dan pengaturan dalam kegiatan, membentuk jiwa kebersamaan dan solidaritas antar sesama peserta serta membentuk iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Melalui kegiatan ini kami mengharapkan BEM Mahasiswa dan karang taruna mampu meningkatkan kecintaan kepada NKRI sehingga akan membentuk potensi yang ada dari individu dan organisasi serta akan berbuat bagi lingkungan kampus dan masyarakat sekitarnya,” harapnya.

Sementara Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib sepenanggungan, sebangsa dan sehati dalam kekuatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dalam kehidupan bermasyarakat yang dilandasi atas dasar toleransi, saling pengertian, saling menghormati dan menghargai perbedaan. Sampai hari ini situasi wilayah Kabupaten Probolinggo dalam keadaan kondusif walaupun pada akhir-akhir ini situasi di dalam negeri mengkhawatirkan, akibat kontestasi politik,” katanya.

Menurut Ugas, selain sebagai kewajiban dasar manusia, juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara melaksanakan dengan penuh kesadaran tanggung jawab dan rela berkorban dalam pengabdian kepada Negara dan bangsa.

“Bela negara bukan hanya dengan fisik (militer), tetapi juga dengan non fisik yang diartikan sebagai semua usaha untuk menjaga bangsa serta peningkatan profesionalisme. Selain itu bela Negara juga bisa dilakukan dengan cara menumbuhkan keaktifan dalam berperan aktif untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan Negara,” jelasnya.

Ugas menegaskan bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi ancaman yang tidak lagi militer tapi ancaman yang bersifat multidimensional, ancaman yang tidak lagi linier, ancaman yang tidak lagi konvensional. Namun ancaman tersebut bisa mengancam seluruh kehidupan masyarakat Indonesia sehingga cara pertahanannya, mengamankannya dan menghadapinya tidak hanya terfokus pada ancaman militer tetapi ancaman yang multidimensional.

“Maka dibutuhkan kekuatan generasi muda yang bersatu sebagai generasi penerus, mampu untuk mencerna hal itu, sehingga mereka dapat ikut mengambil bagian dari konsep bela negara itu sendiri,” pungkasnya.

Kegiatan ini diisi dengan beragam kegiatan diantaranya bakti sosial berupa kebersihan lingkungan masyarakat, pemeliharaan dan kebersihan tempat wisata serta malam keakraban untuk menampilkan potensi sumber daya yang dimiliki. Peserta uang mempunyai keahlian ditampilkan dalam kesempatan tersebut. (wan)