Budidaya Perbenihan, DKPP Gelar Pembinaan Petani Tembakau

Budidaya Perbenihan, DKPP Gelar Pembinaan Petani Tembakau

Reporter : Syamsul Akbar

 

BESUK - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo memberikan pembinaan petani tembakau dalam rangka kegiatan budidaya perbenihan sebagai upaya penumbuhan dan penguatan kelembagaan.

Pembinaan ini dilaksanakan di Kantor BPP Kecamatan Besuk dan BPP Kecamatan Pakuniran. Masing-masing titik diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari petani, kelompok tani dan PPL setempat.

Sebagai narasumber hadir dari Balai Tanaman Pemanis dan Serat (Balitas) Malang Tentang Metode Pembibitan Secara Konvensional dan Non Konvensional serta Penangkar Benih Tembakau Hari Susanto yang sudah direkomendasikan oleh UPT Pengawasan dan Sertifikat Benih Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur yang menyampaikan materi pengalaman sebagai penangkar sehingga bisa memotivasi petani-petani yang lain di Kabupaten Probolinggo.

Lokasi pembibitan benih tembakau akan dilakukan di lahan anggota Kelompok Tani (Poktan) Gondo Arum Desa Gondosuli Kecamatan Pakuniran, Poktan Sumber Rejeki Desa Sumberan Kecamatan Besuk serta Poktan Karya Satu Desa Alasnyiur Kecamatan Besuk.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari melalui Kasi Tanaman Perkebunan Semusim Evi Rosellawati mengatakan masa tanam tembakau sudah ditetapkan mulai pertengahan Mei hingga awal Juni tahun 2019. Masa tanam ini tentunya memerlukan benih yang bermutu dan berkualitas.

"Bermutu disini benihnya harus sesuai standart dan berkualitas harus benih yang bersertifikat. Untuk peredaran benih yang banyak digunakan petani di Kabupaten Probolinggo adalah benih tembakau Paiton VO 1 dan 2 yang sudah disepakati dan sesuai Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian RI sebagai benih tembakau yang bersertifikat," katanya.

Menurut Evi, pembinaan petani tembakau ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, wawasan dan informasi bagi petani tentang perbenihan tembakau Paiton VO. Sehingga kebutuhan benih tembakau untuk tahun 2019 diharapkan dapat dicukupi oleh penangkar benih yang ada di Kabupaten Probolinggo, baik yang sudah dapat rekomendasi maupun belum mendapatkan rekomendasi dari UPT Pengawasan dan Sertifikat Benih Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur.

“Produktivitas itu 50% ditentukan oleh kualitas dan mutu benih tembakau. Dengan benih sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) dibandingkan dengan tidak, maka serangan hama penyakit bisa lebih ditekan. Mutu dan kualitas benih harus terus ditingkatkan. Karena dari situ produktivitas bisa meningkat," pungkasnya. (wan)