Cegah DBD, Puluhan Warga Bayeman Lakukan PSN 3M Plus

Cegah DBD, Puluhan Warga Bayeman Lakukan PSN 3M Plus

Reporter : Syamsul Akbar

TONGAS - Dalam rangka mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Forkopimka Tongas bersama Puskesmas Tongas dan masyarakat Dusun Jaringan Desa Bayeman Kecamatan Tongas mengadakan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui kegiatan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) Plus, Jum'at (8/3/2019) pagi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Tongas Sugeng Wiyanto dan jajaran Forkopimka Tongas, Kepala Puskesmas Tongas Kurnia Ramadhani, jajaran karyawan Kecamatan Tongas dan petugas Puskesmas Tongas, Kepala Desa dan Perangkat Desa Bayeman, Babinsa serta masyarakat Dusun Jaringan Desa Bayeman Kecamatan Tongas.

Dalam kegiatan PSN 3M Plus ini masyarakat diminta untuk rutin menguras tempat penampungan air (TPA), menutup TPA dan mengubur/menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan. Petugas Puskesmas Tongas juga membagikan 100 bungkus larvasida kepada masyarakat.

Camat Tongas Sugeng Wiyanto mengatakan PSN 3M Plus di Dusun Jaringan Desa Bayeman ini sudah kedua kalinya. Kegiatan ini kembali dilakukan karena sebelumnya ada warga masyarakat setempat yang terkena DBD. Tetapi yang bersangkutan sudah ditangani dan tuntas.

Karena prioritas utama pelaksanaan PSN 3M Plus adalah desa yang warganya terkena DBD. Sebetulnya kegiatan PSN 3M Plus ini dilaksanakan di semua desa, hanya saja prioritas kami adalah desa yang warganya terkena DBD.

Yang terpenting masyarakat menyadari bahwa kesehatan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Alhamdulillah, tanggapan masyarakat sangat luas biasa. Mereka mau bersama-sama melakukan PSN 3M Plus di lingkungannya, katanya. Menurut Sugeng, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat membiasakan diri hidup bersih dan sehat.

Terutama warga Desa Bayeman yang berada di wilayah pesisir, sehingga harus ada peran aktif dari semua elemen masyarakat. Kami bersama petugas Puskesmas Tongas akan rutin turun ke desa-desa untuk memberikan edukasi tentang pentingnya hidup bersih dan sehat untuk bersama-sama mencegah DBD, tegasnya.

Dengan kegiatan PSN 3M Plus ini Sugeng mengharapkan tidak ada lagi masyarakat yang terkena DBD. Untuk mewujudkan hal tersebut, pola hidup bersih dan sehat haruss menjadi sebuah kebutuhan dan budaya masyarakat. Kami menghimbau agar kegiatan PSN 3M Plus terus dilakukan secara rutin dengan cara memantau genangan air yang menjadi sarang jentik-jentik nyamuk.

Untuk selokan dan parit kami akan rutin turun untuk melakukan kerja bakti bersama masyarakat, pungkasnya. Sementara Kepala Puskesmas Tongas Kurnia Ramadhani mengungkapkan hingga saat ini sudah ada 5 (lima) warga Kecamatan Tongas yang terkena penyakit DBD, khusus di wilayah Puskesmas Tongas sudah terdapat 3 (tiga) penderita. Salah satu cara yang dilakukan untuk mencegah bertambahnya penderita DBD adalah melalui PSN 3M Plus.

“Harapannya PSN ini dilakukan masyarakat tiap dusun dengan mandiri setiap minggu. Dengan demikian bisa membunuh jentik-jentik nyamuk untuk memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti penyebab penyakit DBD, ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut petugas Puskesmas Tongas juga memberikan penyuluhan kepada warga agar menguras penampungan air 3 hari sekali, menutup penampungan air, mengubur/membalik barang bekas agar tidak bisa menampung air, tidak menggantung baju, memelihara ikan kepala timah di penampungan air kamar mandi, melakukan pemeriksaan jentik secara mandiri setiap rumah satu orang, memberikan larvasida pada tempat-tempat penampungan air. “ ungkapnya

Larvasida bisa tahan sampai 3 bulan. Setiap bak mandi dikuras diambil dan sesudah dikuras bisa dimasukkan lagi. Semoga kegiatan PSN lintas sektoral ini menjadi contoh bagi masyarakat dan dilakukan secara mandiri setiap minggu dengan kerja bakti membasmi jentik nyamuk melalui 3M Plus, harapnya. (wan)