Disperindag Gelar Pelatihan Pembuatan Gula Semut

Disperindag Gelar Pelatihan Pembuatan Gula Semut

Reporter : Syamsul Akbar

GADING - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Senin dan Selasa (15-16/4/2019) memberikan pelatihan pembuatan gula semut di Kampoeng Kita Hotel & Waterpark Desa Condong Kecamatan Gading.

Pelatihan yang dilakukan dengan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2019 ini merupakan program pembinaan industri berupa pembinaan dan pelatihan ketrampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat. Lokasi sasaran sesuai program Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) terkait daerah miskin program anti kemiskinan.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang tergabung dalam 4 (empat) kelompok masyarakat (pokmas) di Desa Kalianan Kecamatan Krucil. Narasumber dari Kabupaten Probolinggo Bu Anisa yang memang sudah bisa memproduksi gula semut.

Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Perindustrian Sri Edi Lestarini mengatakan pelatihan pembuatan gula semut ini bertujuan agar masyarakat Desa Kalianan mendapatkan tambahan pengetahuan guna meningkatkan pendapatan mereka berdasarkan potensi sumber daya alam yang ada di desa tersebut.

"Desa Kalianan adalah penghasil nira yang sangat baik dan dapat diubah menjadi gula aren. Namun hasil tampilannya hanya dicetak bulat-bulat dan dikemas dengan bungkus daun niranya," katanya.

Oleh karenanya terang Sri Edi, akhirnya muncul pemikiran dari kolaborasi Bappeda bersama Disperindag, Kepala Desa, Forkopimka Krucil serta beberapa pihak terkait termasuk Perhutani yang ikut andil didalamnya.

"Kolaborasi ini menyepakati untuk mengubah tampilan gula aren menjadi gula semut. Dengan demikian maka nilai ekonominya akan lebih meningkat, sebab gula semut ini sangat diminati oleh kalangan atas karena bisa dikemas dalam sachet dan bisa tampil di meja makan hotel berbintang 5 untuk kue aroma serta rasanya akan beda dan lebih enak," terangnya.

Menurut Sri Edi, pengolahan gula semut ini tentunya akan memberikan kontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Probolinggo, terutama untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga pendapatan per kapita Kabupaten Probolinggo dapat meningkat pula. Harapannya bisa mengentaskan angka kemiskinan dan Kabupaten Probolinggo bisa keluar dari daerah yang tertinggal.

"Jadi sebetulnya Kabupaten Probolinggo ini SDM-nya cukup potensial sekali, tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin," pungkasnya.

Disamping pelatihan pembuatan gula semut, para kelompok masyarakat ini juga mendapatkan bantuan alat untuk mengolah gula aren. (wan)