Jaga Ekosistem Laut, Diskan Tenggelamkan 210 Modul Rumah Ikan

Jaga Ekosistem Laut, Diskan Tenggelamkan 210 Modul Rumah Ikan

Reporter : Syamsul Akbar

PAITON – Sebagai upaya untuk menjaga ekosistem laut dan menambah hasil tangkapan nelayan, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo menenggelamkan 1 (satu) paket atau 210 modul rumah ikan (fish apartement) di perairan pantai Pantai Bohai Desa Bhinor Kecamatan Paiton, Kamis (4/10/2018).

Penenggelaman yang akan berlangsung selama 3 (tiga) hari ke depan ini melibatkan puluhan nelayan yang tergabung dalam KUB Nusa Bakti Desa Bhinor Kecamatan Paiton. Mereka bahu membahu menenggelamkan satu persatu modul rumah ikan tersebut. Dimana satu modul mempunyai ukuran 20x20 cm dengan panjang 120 cm. Rumah ikan ini ditenggelamkan pada kedalaman 15-20 meter dengan jarak 1 mil dari bibir pantai.

“Untuk 1 (satu) paket apartement ini disebar pada lahan seluas 1 hingga 1,5 hektar. Bagian bawah rumah ikan yang terbuat dari bahan Poli Prophylene ini dicor agar tidak terombang-ambing oleh ombak laut,” kata Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap Wahid Noor Aziz.

Menurut Wahid, penenggelaman rumah ikan ini dimaksudkan sebagai areal tempat berkumpulnya ikan sehingga mempermudah nelayan maupun pemancing yang akan menangkap ikan. Setidaknya nantinya bisa menjadi daerah penangkapan (fishing ground) para nelayan.

“Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian para nelayan terhadap kelestarian ekosistem laut. Nelayan tidak hanya menangkap ikan saja, tetapi bagaimana ikan ini bisa berkembang biak dengan baik,” terangnya.

Wahid menerangkan, fish apartement ini merupakan tempat berlindung, tempat tinggal dan berkembangbiaknya ikan serta habitat laut lainnya. Penenggelaman fish apartement ini bertujuan untuk menciptakan perlindungan biota laut, khususnya ikan sehingga dapat berkembang biak dan hidup dengan aman.

“Dengan penenggelaman fish apartement ini diharapkan terjadi peningkatan sumber daya ikan dan terjadi peningkatan hasil tangkapan nelayan. Selain itu, ikan yang didapat tergolong ikan ekonomis penting. Dengan demikian mampu menambah pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan,” harapnya. (wan)