Masjid dan Musholla Adalah Simbol Amar Makruf Nahi Mungkar

Masjid dan Musholla Adalah Simbol Amar Makruf Nahi Mungkar

Reporter : Syamsul Akbar

KURIPAN – Manusia hidup di dunia mempunyai 2 (dua) tugas berupa hablum minallah dan hablum minannas. Jika hablum minallahnya beres, maka hablum minannasnya akan sempurna. Hablum minallah sederhana yang bisa dilakukan adalah sholat lima waktu.

Tidak ada alasan untuk tidak mengerjakan sholat lima waktu, di rumah bisa menggelar sajadah dan di luar banyak tumbuh masjid dan musholla. Hal tersebut disampaikan oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan yang juga anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si dalam kegiatan Safari Rajabiyah Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo dan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-93 NU di Eks Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Kuripan, Kamis (21/2/2019) siang.

“Masjid dan musholla sudah tumbuh banyak dan bukan hanya satu. Minimal di setiap desa muncul masjid dan musholla. Karena sekarang manusia banyak yang malas,” katanya.

Menurut Hasan, dahulu masjid itu biasanya di setiap desa cuma satu besar dan isinya banyak. Infrastruktur masjid seimbang dengan orang yang bersujud. Sampai pada akhirnya hadir generasi baru yang malas dan akhirnya senang membangun masjid.

Karena banyak masjid akhirnya isinya tidak penuh. “Inilah potret zaman hari ini, tetapi jangan diteruskan supaya tidak tergilas oleh zaman. Rajabiyah ini ingin mengingatkan bahwa masjid adalah simbol amar makruf nahi mungkar. Jika ada masalah yang rumit dan sulit dicari solusinya, maka cobalah datang ke rumah Allah SWT,” jelasnya.

Hasan menegaskan bahwa dari perjalanan waktu ada sebuah kebanggaan tersendiri karena SDM masyarakat Kecamatan. Rata-rata masyarakatnya sudah lulus SLTA bahkan sudah banyak yang sarjana.

“Yang saya takutkan dari kecerdasan intelektualnya ini tidak sebanding dengan akhlaknya. Sehingga lupa dengan sang kholik untuk berdoa. Semua dilogikakan sehingga akal lebih dominan,” tegasnya.

Lebih lanjut Hasan menerangkan infrastruktur jalan, selokan dan masjid sudah bagus semua. Karena memang takmir masjid diminta agar senantiasa menjaga masjidnya. Tetapi terkadang takmir masjid lupa kepada amanahnya bahwa takmir masjid tugasnya memakmurkan masjid.

“Karena saat ini banyak masjid tetapi tidak sesuai dengan yang sholat. Sehingga saya ingin memberikan solusi bagaimana memakmurkan masjid sebagai bagian dari dakwah bilhal. Buatlah inovasi bagaimana orang mau datang ke masjid. Salah satunya dengan menyediakan makanan setiap selesai sholat,” pungkasnya. (wan)