Pemkab Berikan Pelatihan Aplikasi Sikap dan SPSE Versi 4.3 Bagi Penyedia

Pemkab Berikan Pelatihan Aplikasi Sikap dan SPSE Versi 4.3 Bagi Penyedia

Reporter : Syamsul Akbar

PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Pengadaan Barang/Jasa mengadakan pelatihan aplikasi Sikap (Sistem Informasi Kinerja Penyedia) dan SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) Versi 4.3 bagi penyedia di Gedung Joyolelono Kabupaten Probolinggo, Selasa (12/3/2019).

Pelatihan ini diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari segenap penyedia/pengusaha dari berbagai asosiasi, konsultan dan IKADIN. Narasumber berasal dari internal kantor Bagian Pengadaan Barang/Jasa Setda Kabupaten Probolinggo.

Kasubbag Pembinaan dan Advokasi Pengadaan Barang/Jasa Bagian Pengadaan Barang/Jasa Setda Kabupaten Probolinggo Bambang Susmoko mengungkapkan kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi serta menyamakan persepsi bagi pelaku pengadaan barang/jasa pemerintah.

“Terutama dalam pengelolaan pengadaan barang/jasa pemerintah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.

Sementara Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko mengatakan aplikasi SPSE 4.3 resmi diluncurkan 4 September 2018.

Peluncuran aplikasi ini ditandai dengan diterbitkannya Surat Keputusan Deputi LKPP Nomor 29 Tahun 2018 Tentang Pengaturan Penggunaan Aplikasi Sistem SPSE Versi 4.3.

“Artinya, aplikasi SPSE ini diinstal di seluruh Indonesia yang secara bertahap untuk Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah terinstal tanggal 01 Pebruari 2019,” katanya.

Demikian juga dengan Sikap atau vendor management system adalah aplikasi yang memuat data atau informasi kinerja penyedia barang/jasa.

Informasi kinerja penyedia barang jasa meliputi data atau informasi mengenai identitas, kualifikasi serta riwayat kinerja penyedia. Informasi ini antara lain mencakup identitas pokok, ijin usaha, pajak, akta pendirian, pemilik, tenga ajli dan pengalaman.

“Pada prinsipnya informasi kinerja penyedia di dalam sikap sama dengan data penyedia di SPSE, namun ada beberapa bagian informasi yang perlu ditambahkan. Dengan adanya aplikasi Sikap ini maka penyedia hanya mengisikan data penyedia sekali saja, yang nantinya web server akan terpusat. Percepatan pelaksanaan e-tendering dilakukan dengan memanfaatkan informasi kinerja penyedia barang/jasa,” jelasnya.

Menurut Sidik, vendor management system adalah sebagai data penyedia terpusat agar mengurangi proses prakualualifikasi dan mempercepat proses tender.

Login penyedia dalam vendor mangement system adalah penyedia yang sudah melakukan proses aktivasi Agregasi Data Penyedia (ADP).

“Fungsi sikap adalah memusatkan data penyedia seluruh Indonesia untuk mendapatkan penyedia yang benar kualified berdasarkan jenis atau kompetensi usaha yang dimilikinya memudahkan segala proses penghitungan jumlah penyedia dan memudahkan proses pengolahan data penyedia,” terangnya.

Dengan diadakannya pelatihan ini Sidik mengharapkan adanya pemahaman yang sama antara Pengguna Anggaran (PA), Pejabat Pembuat Komitmen, Kelompok Kerja (Pokja), Tim Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan penyedia terhadap pemanfaatan aplikasi SPSE terbaru versi 4.3.

“Pengadaan barang dan jasa pemerintah mempunyai peran penting dan strategis dalam pelaksanaan pembangunan bangsa. Khususnya dalam peningkatan pelayanan publik serta pengembangan perekonomian nasional dan daerah. Dengan demikian terbangun suatu komitmen bersama di dalam mewujudkan Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang semakin mantap, maju dan jaya melalui pengadaan barang dan jasa,” pungkasnya. (wan)