Pemkab-FKM Unair Segera Sinergi Tangani Stunting dan AKI-AKB

Pemkab-FKM Unair Segera Sinergi Tangani Stunting dan AKI-AKB

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN - Dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama Tim Pendamping Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM UNAIR) Surabaya akan bersinergi dalam program aksi penanganan permasalahan stunting serta angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Probolinggo.

Hal tersebut menjadi fokus pembahasan utama dalam Audiensi Tim Pendamping FKM Unair Surabaya bersama Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari, SE dan segenap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kabupaten Probolinggo, Kamis (09/05/2019) pagi, di ruang pertemuan Agopuro Kantor Bupati Probolinggo.

Tidak tanggung-tanggung, dalam hal ini Bupati Tantri berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh termasuk support anggaran yang proporsional, dimana sebelumnya penanganan dan pencegahan stunting ini telah menjadi atensi bersama sekaligus menjadi program kerja Pemkab Probolinggo di tahun 2019 dan 2020.

Dalam audiensi tersebut Bupati Tantri mengamanatkan kepada Dr. Mamik Sri Sumarmi selaku koordinator tim pendamping proses penanganan dan pencegahan permasalahan stunting, sementara Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Supriadi sebagai leading sektor untuk mengkoordinasikan seluruh OPD terkait dan melaporkan perkembangan secara periodik kepada Bupati Probolinggo.

Dalam rangka pengarahannya Bupati Tantri menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dan perangkat kesehatannya untuk segera mengaktivasi dan menjalankan kembali Program Sistem Layanan Pranikah Terpadu (Laduni) yang beberapa tahun sebelumnya merupakan pilot project UNAIR Surabaya di Kabupaten Probolinggo untuk penanganan angka kematian ibu dan bayi serta stunting.

"Saya meminta kepada semua yang mempunyai peran untuk memastikan bahwa program yang akan dilakukan oleh seluruh OPD ini telah terdampingi dan mendapatkan advise dari tim pendamping Unair. Kami berharap program ini segera terlaksana secara terpadu dan berkelanjutan melalui kolaborasi antar OPD sehingga anggaran yang dibutuhkan tersedia dengan layak," tegas Bupati Tantri.

Bupati Tantri menambahkan, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk memastikan bahwa program penunjang visi misi daerah dan nasional ini juga telah terakomodir pada Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2019.

"Kami berharap pendampingan ini harus berhasil, kuncinya adalah komunikasi, koordinasi dan sinergi sehingga bisa saling menutup kekurangan pada masing-masing pihak. Insya Allah kami siap menerima dan menjalankan segala masukan yang nantinya ditemukan oleh tim pendamping," tandasnya.

Sementara Koordinator Tim Pendamping FKS UNAIR Dr. Mamik Sri Sumarmi mengemukakan program Laduni yang akan segera dilaksanakan kali ini cakupannya cukup berbeda dengan pilot project sebelumnya. Program Laduni yang rencananya akan dilaunching bulan Juni mendatang ini tidak hanya bagi calon pengantin saja tetapi juga mengcover para ibu hamil baik muslim maupun non muslim.

"Karena sasaranya adalah ibu hamil dan calon pengantin maka ini merupakan langkah pencegahan. Jadi program Laduni kali ini harus lebih komprehensif sehingga bisa melayani dan mencakup semua calon ibu yang sedang menyiapkan kehamilan. Ke depan kita akan sinergi bersama para bidan desa untuk memberikan pelayanan kepada ibu-ibu yang sedang mempersiapkan kehamilan," jelas Mamik.

Lebih lanjut Mamik menjelaskan salah program intervensi spesifik untuk pendampingan stunting di Kabupaten Probolinggo adalah support dari salah satu organisasi non profit mitra Unicef dari California yang turut intervensi dalam membagikan sebanyak 28.450 botol kapsul nutrisi mikro nutrient gratis bernama "Vitamin Angle" yang komposisinya terdiri dari 15 macam vitamin dan mineral yang sejahtera dibutuhkan ibu hamil dan janin, diantaranya adalah vitamin A, B compleks, C, D, E. Setiap botol berisi 180 butir kapsul untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ibu hamil sampai usia 6 bulan kandungan.

"Jumlah tersebut adalah sesuai dengan data sasaran tim pendamping di tahun 2019 di Kabupaten Probolinggo yakni, calon pengantin (catin) 10.000 orang, dan ibu hamil sebanyak 18.450 orang. Pihak Vitamin Angle juga berencana untuk hadir di Kabupaten Probolinggo untuk menjamin bahwa bantuan ini akan berkelanjutan," pungkasnya. (dra)