Penerapan teknologi tumpangsari

Penerapan teknologi tumpangsari

Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur akan segera menerapkan teknologi tumpangsari sebagai upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan di Kabupaten Probolinggo.

Penerapan teknologi tumpangsari ini akan dilaksanakan di lahan seluas 250 hektar Kecamatan Tiris dan 100 hektar di Kecamatan Krucil. Untuk Kecamatan Tiris ada 5 (lima) kelompok tani dari Desa Pesawahan, Pedagangan, Tegalwatu, Tulupari dan Rejing. Sementara dari Kecamatan Krucil terdapat 2 (dua) poktan dari Desa Betek. Untuk Kabupaten Probolinggo, penerapan teknologi tumpangsari ini dilakukan pada tanaman padi dan jagung saja.

Demi mendukung penerapan teknologi tumpangsari ini jelas Didik, maka para kelompok tani akan mendapatkan bantuan benih berupa padi varietas Sitobagendit sebanyak 50 kg setiap hektar dan jagung BISI18 sebanyak 25 hektar setiap hektarnya. (wan)