Peringati Harjakapro 273, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

Peringati Harjakapro 273, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

Reporter : Syamsul Akbar

PAJARAKAN – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakabpro) ke-273, DPRD Kabupaten Probolinggo menggelar rapat paripurna istimewa, Kamis (18/4/2019) siang.

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Wahid Nurrahman ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Probolinggo.

Dari pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono, para Staf Ahli, Asisten, Inspektur, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Probolinggo ini terlihat berbeda dari biasanya. Pasalnya para wakil rakyat dan pejabat laki-laki menggunakan pakaian khas Jawa Timur dengan dilengkapi Udeng Okra. Sementara kaum perempuan menggunakan kebaya.

Dalam rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Probolinggo ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Musayyib Nahrawi membacakan sejarah singkat Kabupaten Probolinggo.

Sementara Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA Timbul Prihanjoko menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Kabupaten Probolinggo ke-273 tahun 2019. “Semoga kita semua, sebagai pemangku kepentingan diberikan kemampuan oleh Allah SWT untuk bersama-sama dan bersatu padu mewujudkan masyarakat Kabupaten Probolinggo berakhlak mulia, yang sejahtera, berkeadilan dan berdaya saing, sebagaimana visi tahun 2018-2023,” katanya.

Menurut Wabup Timbul, dua tahun lalu, tepatnya 18 April 2017, di ruang rapat Paripurna DPRD ini semua telah bersepakat mencanangkan penggunaan pakaian khas Kabupaten Probolinggo dalam beragam kegiatan.

“Bagi kaum laki-laki, mengenakan Odeng Kacong Kraksaan (Okra), pakaian khas Jawa Timuran berwarna hitam dan kain sembong bermotif potensi daerah buah karya para pengrajin batik Kabupaten Probolinggo. Sementara bagi kaum perempuan, mengenakan jilbab bagi yang muslimah, kebaya lengan panjang dan jarit atau kain panjang bermotif potensi daerah buah karya para pengrajin batik Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Oleh karena itu jelas Wabup Timbul, dirinya bersama Pimpinan dan segenap anggota DPRD serta hadirin undangan sekalian mengenakan pakaian khas Kabupaten Probolinggo sebagai wujud penghormatan dan aktualisasi Hari Jadi Kabupaten Probolinggo. Sungguhpun demikian, tentu akan semakin membahagiakan manakala setiap tahun, kain batik untuk okra, sembong dan jarit yang dikenakan menampilkan potensi daerah yang berbeda.

“Kita memiliki 24 kecamatan, boleh jadi tahun 2019 ini, batik yang kita kenakan kita sebut sebagai batik Sukapura karena menampilkan Gunung Bromo dan Edelweis, tahun 2020 kita mengenakan batik Sumber, tahun 2021 batik Kuripan dan seterusnya. Inovasi dan kreativitas, tradisi budaya masyarakat menjadi potensi yang luar biasa bagi kita semua, kita membrandingnya dengan Endless Probolinggo, bagaikan kearifan lokal yang tidak pernah ada habisnya,” terangnya.

Lebih lanjut Wabup Timbul menegaskan peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo ke-273 tahun 2019 ini, persis satu hari setelah pesta demokrasi Pilpres (Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden) dan Pileg (Pemilihan Legislatif). “Oleh karena itu, marilah kita memanjatkan doa agar Allah SWT berkenan memberikan perihal terbaik untuk kita semua, untuk Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Wabup Timbul menambahkan peringatan Harjakapro ke-273 tahun 2019 ini mengambil tema “Meningkatkan Daya Saing Daerah, Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat”. Tem ini sejalan dengan tema pembangunan tahun 2019 sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Probolinggo Tahun 2018-2023.

“Syukur Alhamdulillah, kebersamaan panjenengan semua dalam membangun daerah, dari hari ke hari, dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun, saat ini dapat kita saksikan dan rasakan bersama perkembangan dan kemajuan pembangunan di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.

Kegiatan ini semakin lengkap dengan disediakannya beragam kuliner khas Kabupaten Probolinggo. Seperti Soto Kraksaan, Rawon, Nasi Bakar, Sego Empok, Sego Aron dan lain sebagainya. (wan)