Perisai Paiton-PLN Probolinggo Survey Lokasi Kawasan Hutan

Perisai Paiton-PLN Probolinggo Survey Lokasi Kawasan Hutan

Reporter : Hendra Trisianto
PAITON - Komunitas Perlindungan Rimba dan Satwa Liar Indonesia (Perisai) Paiton bersama PT PLN Persero UPT Probolinggo melakukan survey lokasi pada salah satu kawasan hutan di sekitar unit induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali di Paiton, Selasa (9/7/2019) pagi.

Kawasan seluas kurang lebih satu hektar tersebut menjadi spot minum favorit berbagai jenis satwa liar. Karena pada setiap musim kemarau lokasi tersebut mengering. Rencananya dalam bulan ini akan dibuat kolam buatan dan pipanisasi sepanjang 300 meter untuk memasok air bersih.

"Kami harap upaya ini dapat mencegah satwa liar agar tidak turun dan masuk ke areal PLTU hanya karena untuk mencari air. Hal ini sangat perlu karena memang begitu banyak peralatan listrik dan sistem kami yang harus terjaga keamanannya," ungkap Ahmad Nizar, pejabat Keamanan Keselamatan Kerja dan Lingkungan pada PT PLN Persero UPT Probolinggo.

Nizar mengemukakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari salah satu program kerja penggiat lingkungan PT PLN PJB Paiton dengan bersinergi bersama masyarakat peduli lingkungan setempat. Melalui sinergi ini diharapkan terciptanya kelestarian habitat dan ekosistem alam yang lestari khususnya di sekitar kawasan kerja PLN.

"Kami sadar bahwa di kawasan kerja kami di Paiton ini juga banyak sekali menyimpan kekayaan hayati dimana hal ini perlu kita jaga kelestariannya. Karena hal ini juga memiliki keterkaitan dengan keamanan sistem yang ada, khususnya terkait perilaku satwa liar jenis kera ekor panjang saat musim kemarau," tandasnya.

Sementara itu, Zainal Abidin Fadila anggota komunitas Perisai mengaku sangat bersyukur atas komitmen dan perhatian PT PLN terhadap ekosistem lingkungan di daerahnya itu. Pihaknya juga berkomitmen akan terus bersinergi semaksimal mungkin melalui program-program konservasi lingkungan lainnya.

"Desain kolam minum satwa liar ini sudah kami buat dan sudah di setujui, selanjutnya dalam minggu ini Insya Allah sudah harus mulai realisasi karena sumber mata air disini sudah mulai mengering. Kami akan terus support secara tenaga dan moril," tandas bapak penghobi motor trail ini. (dra)