Program PKW, Puluhan Warga Dilatih Ketrampilan Batik Tulis

Program PKW, Puluhan Warga Dilatih Ketrampilan Batik Tulis

Reporter : Syamsul Akbar

KRAKSAAN – Sedikitnya 25 orang masyarakat kurang mampu, usia produktif dan tidak memiliki pekerjaan yang tetap (pengangguran) dari Kecamatan Pajarakan dan Kraksaan mengikuti pelatihan program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) berupa ketrampilan membatik tulis pewarna sintetis dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kraksaan.

Kegiatan yang dibiayai bantuan dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Ditjen PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia ini berlangsung selama 150 jam pelajaran atau 12 kali pertemuan dengan narasumber Owner Batik Tulis Prabu Linggih Alex Satimin dari Kecamatan Tegalsiwalan. Program PKW ketrampilan batik tulis ini resmi berakhir, Selasa (19/2/2019) siang.

Kepala SKB Kraksaan Herry Eko Purnomo mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, sikap dan pola pikir kepada masyarakat untuk wirausaha melalui pelatihan membatik tulis pewarna sintetis sehingga dapat memotivasi agar dapat berwirausaha secara mandiri yang pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat.

“Program PKW berupa ketrampilan membatik pewarna sintetis ini merupakan sebuah program yang didorong masyarakat agar menjadi seorang wirausaha baru yang mandiri, minimal bisa membantu kelompok batik kecil. Harapan ke depannya bisa menumbuhkan para wirausaha baru di bidang batik di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Eko, selama kegiatan program PKW ada beberapa kendala yang dihadapi. Salah satunya pada saat praktek cuaca ketika mendung. Karena kalau mendung maka hasilnya kurang bagus dan akhirnya pembelajaran molor. Selain itu, narasumber yang seorang pengusaha tidak bisa standby setiap hari sehingga ada jadwal pembelajaran yang disepakati antara narasumber dengan peserta pelatihan.

“Selain proses pembelajaran di SKB Kraksaan, para peserta juga melakukan study banding ke Batik Tulis Prabu Linggih di Desa Bulujaran Lor Kecamatan Tegalsiwalan. Disana para peserta melihat-lihat langsung proses pembuatan batik tulis dari seorang pengusaha,” jelasnya.

Eko mengharapkan kepada para peserta agar nantinya ada tindak lanjut sehingga tidak berhenti sampai pelatihan di SKB Kraksaan saja. Tetapi dapat meneruskan apa yang sudah didapatkan selama pelatihan berlangsung.

“Jangan pernah berhenti untuk belajar agar mampu menjadi seorang wirausaha yang mandiri sehingga mampu membantu perekonomian masyarakat. Teruslah gali ilmu dan tambah pengetahuan tentang membatik agar kualitasnya bisa lebih bagus dan dapat diminati oleh masyarakat,” pungkasnya. (wan)