Ramadhan Berkah, Khitanan Massal Gratis Bersama NU

Ramadhan Berkah, Khitanan Massal Gratis Bersama NU

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kota Kraksaan, Kamis (16/5/2019) menggelar bhakti sosial berupa khitanan massal dan khitan gratis dalam rangka syiar Ramadhan 1440 Hijriyah. Kegiatan bertajuk “Ramadhan Berkah, Khitanan Massal Gratis Bersama NU” ini dilaksanakan di Rumah Khitan Kantor PCNU Kota Kraksaan.

Kegiatan yang diikuti oleh 30 anak ini merupakan program dari LKNU Kota Kraksaan bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo, PPNI, IDI, Toko Mantep Kraksaan, FKPS dan Namira School Kraksaan selama bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah, mulai dari awal Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Semua anak yang akan dikhitan dilayani secara gratis.

Dalam khitanan massal dan khitan gratis ini terang Sugianto, LKNU menyiapkan tenaga medis sebanyak 28 orang yang berasal dari RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Puskesmas dan Pendidikan. Serta Konsultan Medis dokter spesialis bedah RSUD Waluyo Jati Kraksaan dr. Syahrudi. Para petugas medis ini terdiri dari organisasi profesi IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Kabupaten Probolinggo.

“Kriterianya, semua anak yang akan berkhitan wajib berasal dari wilayah Kabupaten Probolinggo. Pada saat dikhitan orang tua harus menyerahkan foto copy KTP Elektronik. Selesai khitan, kita berikan paket sarung, songkok dan alat-alat tulis. Tetapi yang diutamakan adalah berasal dari keluarga yang kurang mampu,” kata Kepala Rumah Khitan LKNU Kota Kraksaan Sugianto.

Sugianto menjelaskan pelayanan khitanan massal dan khitan gratis ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dalam rangka mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam bidang kesehatan dengan cara meringankan beban masyarakat yang mau berkhitan.

“Untuk normalnya, biaya untuk berkhitan itu bisa mencapai Rp 500 ribu. Tetapi selama bulan suci Ramadhan ini, masyarakat bisa berkhitan secara gratis di Rumah Khitan Kantor PCNU Kota Kraksaan. Di luar bulan suci Ramadhan, masyarakat kurang mampu tetap dilayani secara gratis. Sementara masyarakat yang mampu harus membayar tetapi dengan harga murah sebesar Rp 99.999,” jelasnya.

Dengan adanya kegiatan khitanan massal dan khitan gratis ini Sugianto mengharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang saat ini disibukan untuk memenuhi kebutuhan yang tinggi menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Oleh karena itu bisa memanfaatkan ini dengan cara mendaftarkan diri ke Rumah Khitan di Kantor PCNU Kota Kraksaan dengan syarat menyerahkan foto copy KTP Elektronik. “Disamping itu, secara kelembagaan NU bisa membantu Pemerintah Daerah di dalam melayani kesehatan masyarakat, khususnya khitan,” tegasnya.

Selama bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah ini terang Sugianto, LKNU Kota Kraksaan ada program pelayanan khitan di luar Rumah Khitan selama satu kali, tepatnya di Desa Besuk Kecamatan Bantaran. Rencananya, hingga saat ini sudah ada sekitar 50 anak yang mendaftarkan diri.

“Bagi masyarakat di Kecamatan Bantaran dan sekitarnya yang ingin mendaftarkan diri untuk ikut kegiatan khitanan massal, silahkan bisa daftar ke panitia setempat Bapak Sukari yang mengkoordinir wilayah Kecamatan Bantaran,” pungkasnya.

Sementara dr. Syahrudi menyampaikan fungsi konsultan dalam kelembagaan Rumah Khitan PC LKNU Kota Kraksaan ini adalah mengevaluasi kemungkinan temuan secara medis para peserta khitan serta kalau ada komplikasi misalnya pendarahan yang tidak berhenti bisa segera dilakukan penanganan setelah dilakukan evaluasi.

“Dari evaluasi, kalau tergolong berat kita akan buat sebuah rujukan selanjutnya. Tetapi kalau hanya kecil, kita akan berusaha untuk menanganinya sendiri. Namun selama ini jarang sekali terjadi keluhan setelah dikhitan,” katanya.

Menurut Syahrudi, khitan atau sunat itu adalah sebuah operasi kecil. Sehingga selesai khitan butuh nutrisi yang tinggi seperti protein pada telur supaya lukanya bisa segera kering. Yang paling penting lagi, selesai dikhitan jangan terlalu sering terkena air karena dikhawatirkan airnya kurang higienis. “Jangan sampai selesai sunat, anak malah dilarang makan. Hal ini justru akan memperlambat proses penyembuhannya. Berikanlah makanan yang mengandung nutrisi dan protein yang tinggi,” tegasnya.

Sedangkan Ketua PC LKNU Kota Kraksaan dr Mansur mengatakan program pelayanan khitanan massal dan khitan gratis ini dilakukan agar LKNU bisa selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Terlebih sesuai syariat agama Islam, khitan ini merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan. Secara medis, anak umur 6 tahun ke atas sudah bisa dikhitan.

“Semoga kegiatan khitanan massal dan khitan gratis ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain itu, supaya masyarakat tahu kalau di Kantor PCNU Kota Kraksaan ini ada Rumah Khitan. Mudah-mudahan dengan adanya Rumah Khitan ini, LKNU bisa berbagai kebahagiaan dengan masyarakat yang kurang mampu,” harapnya. (wan)

Ramadhan Berkah, Khitanan Massal Gratis Bersama NU

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kota Kraksaan, Kamis (16/5/2019) menggelar bhakti sosial berupa khitanan massal dan khitan gratis dalam rangka syiar Ramadhan 1440 Hijriyah. Kegiatan bertajuk “Ramadhan Berkah, Khitanan Massal Gratis Bersama NU” ini dilaksanakan di Rumah Khitan Kantor PCNU Kota Kraksaan.

Kegiatan yang diikuti oleh 30 anak ini merupakan program dari LKNU Kota Kraksaan bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo, PPNI, IDI, Toko Mantep Kraksaan, FKPS dan Namira School Kraksaan selama bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah, mulai dari awal Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Semua anak yang akan dikhitan dilayani secara gratis.

Dalam khitanan massal dan khitan gratis ini terang Sugianto, LKNU menyiapkan tenaga medis sebanyak 28 orang yang berasal dari RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Puskesmas dan Pendidikan. Serta Konsultan Medis dokter spesialis bedah RSUD Waluyo Jati Kraksaan dr. Syahrudi. Para petugas medis ini terdiri dari organisasi profesi IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Kabupaten Probolinggo.

“Kriterianya, semua anak yang akan berkhitan wajib berasal dari wilayah Kabupaten Probolinggo. Pada saat dikhitan orang tua harus menyerahkan foto copy KTP Elektronik. Selesai khitan, kita berikan paket sarung, songkok dan alat-alat tulis. Tetapi yang diutamakan adalah berasal dari keluarga yang kurang mampu,” kata Kepala Rumah Khitan LKNU Kota Kraksaan Sugianto.

Sugianto menjelaskan pelayanan khitanan massal dan khitan gratis ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dalam rangka mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam bidang kesehatan dengan cara meringankan beban masyarakat yang mau berkhitan.

“Untuk normalnya, biaya untuk berkhitan itu bisa mencapai Rp 500 ribu. Tetapi selama bulan suci Ramadhan ini, masyarakat bisa berkhitan secara gratis di Rumah Khitan Kantor PCNU Kota Kraksaan. Di luar bulan suci Ramadhan, masyarakat kurang mampu tetap dilayani secara gratis. Sementara masyarakat yang mampu harus membayar tetapi dengan harga murah sebesar Rp 99.999,” jelasnya.

Dengan adanya kegiatan khitanan massal dan khitan gratis ini Sugianto mengharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang saat ini disibukan untuk memenuhi kebutuhan yang tinggi menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Oleh karena itu bisa memanfaatkan ini dengan cara mendaftarkan diri ke Rumah Khitan di Kantor PCNU Kota Kraksaan dengan syarat menyerahkan foto copy KTP Elektronik. “Disamping itu, secara kelembagaan NU bisa membantu Pemerintah Daerah di dalam melayani kesehatan masyarakat, khususnya khitan,” tegasnya.

Selama bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah ini terang Sugianto, LKNU Kota Kraksaan ada program pelayanan khitan di luar Rumah Khitan selama satu kali, tepatnya di Desa Besuk Kecamatan Bantaran. Rencananya, hingga saat ini sudah ada sekitar 50 anak yang mendaftarkan diri.

“Bagi masyarakat di Kecamatan Bantaran dan sekitarnya yang ingin mendaftarkan diri untuk ikut kegiatan khitanan massal, silahkan bisa daftar ke panitia setempat Bapak Sukari yang mengkoordinir wilayah Kecamatan Bantaran,” pungkasnya.

Sementara dr. Syahrudi menyampaikan fungsi konsultan dalam kelembagaan Rumah Khitan PC LKNU Kota Kraksaan ini adalah mengevaluasi kemungkinan temuan secara medis para peserta khitan serta kalau ada komplikasi misalnya pendarahan yang tidak berhenti bisa segera dilakukan penanganan setelah dilakukan evaluasi.

“Dari evaluasi, kalau tergolong berat kita akan buat sebuah rujukan selanjutnya. Tetapi kalau hanya kecil, kita akan berusaha untuk menanganinya sendiri. Namun selama ini jarang sekali terjadi keluhan setelah dikhitan,” katanya.

Menurut Syahrudi, khitan atau sunat itu adalah sebuah operasi kecil. Sehingga selesai khitan butuh nutrisi yang tinggi seperti protein pada telur supaya lukanya bisa segera kering. Yang paling penting lagi, selesai dikhitan jangan terlalu sering terkena air karena dikhawatirkan airnya kurang higienis. “Jangan sampai selesai sunat, anak malah dilarang makan. Hal ini justru akan memperlambat proses penyembuhannya. Berikanlah makanan yang mengandung nutrisi dan protein yang tinggi,” tegasnya.

Sedangkan Ketua PC LKNU Kota Kraksaan dr Mansur mengatakan program pelayanan khitanan massal dan khitan gratis ini dilakukan agar LKNU bisa selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Terlebih sesuai syariat agama Islam, khitan ini merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan. Secara medis, anak umur 6 tahun ke atas sudah bisa dikhitan.

“Semoga kegiatan khitanan massal dan khitan gratis ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain itu, supaya masyarakat tahu kalau di Kantor PCNU Kota Kraksaan ini ada Rumah Khitan. Mudah-mudahan dengan adanya Rumah Khitan ini, LKNU bisa berbagai kebahagiaan dengan masyarakat yang kurang mampu,” harapnya. (wan)