Sidak Hari Pertama Kerja, 33 ASN Tidak Masuk

Sidak Hari Pertama Kerja, 33 ASN Tidak Masuk

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN - Di hari pertama masuk kerja setelah libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, Senin (10/6/2019) tim gabungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Sidak dilakukan oleh 4 (empat) tim di beberapa lokasi yang berbeda. Tim pertama dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono dan 3 (tiga) tim lain dipimpin oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Supriadi, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan M. Sidik Widjanarko dan Asisten Administrasi Umum Abdul Halim.

Sebelum berangkat ke lokasi sidak masing-masing, tim gabungan yang terdiri dari para Asisten, Inspektorat, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Bagian Hukum, Bakesbangpol serta Satpol PP melakukan rapat koordinasi (rakor) di Kantor Bupati Probolinggo di Kraksaan. Rakor ini dipimpin langsung oleh Sekda Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono. Tepat pukul 07.00 WIB tim bergerak ke masing-masing sasaran.

Dari data yang diperoleh berdasarkan daftar hadir dan inspeksi mendadak yang dilakukan pagi itu, dari 7.685 orang ASN di semua OPD dan kecamatan jumlah ASN yang hadir pada hari pertama masuk kerja mencapai 7.650 orang dan 2 orang tugas belajar kuliah (dihitung masuk). Sehingga yang tidak hadir mencapai 33 orang dengan keterangan sakit 6 orang dan ada surat keterangan dokter, alasan penting anak opname 1 orang, cuti bersalin 15 orang, cuti besar umroh 1 orang, cuti di luar tanggungan Negara gajinya tidak dibayarkan 1 orang dan cuti sakit 9 orang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono mengungkapkan sidak pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran dan cuti bersama ini dilakukan untuk menindaklanjuti surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB) Republik Indonesia yang mewajibkan pemerintah pusat dan daerah untuk melaporkan tingkat kehadiran para ASN di hari pertama masuk kerja.

“Dalam surat edaran MenPAN dan RB RI tersebut juga mewajibkan pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan sanksi bagi ASN yang tidak masuk tanpa ada keterangan yang sah dan jelas. Oleh karena itu, silahkan Inspektorat untuk menindaklanjutinya dan sanksinya juga harus dilaporkan kepada KemenPAN dan RB RI hari ini juga,” katanya.

Sekda Soeparwiyono meminta kepada tim sidak untuk mengecek tingkat kehadiran semua ASN mulai dari eselon II, III, IV serta staff yang ada di semua instansi di lingkungan Pemkab Probolinggo. "Semua harus dicek, termasuk para pimpinannya. Karena kedisiplinan itu diawali dari pimpinannya. Kalau pimpinannya disiplin, maka akan diikuti oleh semua anak buahnya," tegasnya.

Sementara Inspektur Kabupaten Probolinggo Sigit Sumarsono mengungkapkan secara umum pelaksanaan sidak berjalan dengan lancar dengan tingkat kehadiran yang cukup tinggi.

"Sidak ini bertujuan untuk memantau dan melihat dari dekat tingkat kedisiplinan karyawan/karyawati di lingkungan Pemkab Probolinggo pasca libur bersama dan cuti lebaran," ungkapnya. (wan)