TRC Satpol PP Gelar Operasi Pekat dan Miras

TRC Satpol PP Gelar Operasi Pekat dan Miras

Reporter : Syamsul Akbar

KRAKSAAN - Team Reaksi Cepat (TRC) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo menggelar operasi pekat (penyakit masyarakat) dan operasi miras (minuman keras), Selasa (9/4/2019) sore di wilayah Kecamatan Pakuniran dan Paiton.

Operasi yang dipimpin oleh Koordinator TRC Satpol PP Kabupaten Probolinggo Nurul Arifin dengan 9 (sembilan) personil ini dimulai pada pukul 14.00 WIB. Operasi dilakukan dengan melakukan monitoring langsung atas laporan yang diterima dari masyarakat di beberapa titik di wilayah Kecamatan Pakuniran dan Paiton.

Dasar hukum kegiatan ini adalah Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Satuan Polisi Pamong Praja, Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Probolinggo Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Pengawasan dan Pengendalian Miniman Berakohol, Perda Kabupaten Probolinggo Nomor 5 Tahun 2005 Tentang Pemberantasan Pelacuran serta SOP Tentang Ketentramam dan Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Probolinggo.

Dari hasil penelusuran operasi pekat tersebut, TRC Satpol PP berhasil menjaring beberapa PSK dan lelaki hidung belang. Yakni, S H (23) asal Dusun Duren 26/27 Desa Gondosuli Kecamatan Pakuniran dan A I (42) asal Dusun Pesisir 14/6 Desa Binor Kecamatan Paiton.

Selanjutnya, Y I (45) asal Dusun Karang Anom 03/03 Desa Karang Bayat Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember, R M (28) asal Dusun Taman 3/4 Desa Kalianget Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo, N A (33) asal Dusun Mandaran 3/1 Desa Besuki Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo dan M Y (41) asal Dusun Lungguhsari Timur 30/06 Desa Rejoagung Kecamatan Sumberwringin Kabupaten Bondowoso.

Usai melakukan kegiatan operasi pekat di wilayah Kecamatan Pakuniran dan Paiton, TRC melanjutkan operasi miras di wilayah Kecamatan Kraksaan dan Paiton. Hasilnya tim berhasil mengamankan 66 botol miras berbagai merk. Selanjutnya hasil operasi pekat dan miras ini langsung dibawa dan diamankan sebagai barang bukti ke Mako Satpol PP Kabupaten Probolinggo.

"Para PSK dan lelaki hidung belang yang terjaring operasi pekat ini kami bawa ke Mako untuk mendapatkan pembinaan. Sekaligus pemeriksaan HIV AIDS oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo," kata Koordinator TRC Satpol PP Kabupaten Probolinggo Nurul Arifin.

Kemudian mereka dibuatkan surat berita acara pemeriksaan untuk ditandatangani oleh para PSK dan lelaki hidung belang yang terjaring razia. "Setelah semua proses selesai, selanjutnya para PSK ini kami serahkan kepada Dinas Sosial untuk mendapatkan pembinaan secara khusus," jelasnya.

Menurut Nurul Arifin, operasi pekat dan miras ini dilakukan berdasarkan laporan yang disampaikan oleh masyarakat yang merasa sangat resah atas keberadaan prostitusi tersebut di lingkungan tempat tinggalnya. Serta keberadaan miras yang sangat mengganggu dan mengancam masa depan anak-anaknya.

"Barang bukti miras kami amankan di Mako Satpol PP Kabupaten Probolinggo untuk selanjutnya akan dilakukan pemusnahan. Kami akan terus gencar melakukan razia ketika ada laporan dari masyarakat. Oleh karena itu mohon kerja sama dari semua lapisan masyarakat yang ada di Kabupaten Probolinggo," pungkasnya. (wan)