Trio Srikandi Sanggar Seni El Gibran Ramaikan Festival Ramadhan Krucil

Trio Srikandi Sanggar Seni El Gibran Ramaikan Festival Ramadhan Krucil

Reporter : Hendra Trisianto
KRUCIL - Tiga dara elok berparas ayu bertubuh semampai menjadi pusat perhatian pada gelaran Festival Ramadhan ke-12 Kecamatan Krucil, Rabu (29/5/2019) malam. Tiga kilometer jarak yang harus mereka tempuh dengan berjalan kaki tidak mampu menghapus raut senyum indah mereka.

Mereka adalah tiga srikandi yang bertugas di baris terdepan untuk mengawal jalannya Festival Ramadhan kali ini. Meskipun harus menampilkan busana fantasi dengan ragam pernak perniknya yang cukup ribet tidak menyurutkan sedikitpun performa mereka. Decak kagum serta aktivitas penonton yang sekedar ingin ber-swafoto seakan menambah semangat mereka malam itu.

Kualitas mental inilah yang dimiliki oleh bibit-bibit seniman binaan sanggar seni El-Gibran PAC Kecamatan Krucil. Tidak hanya mempelajari ragam seni dan budaya, pembinaan generasi muda berbasis sanggar seni terbukti mampu membentuk pribadi yang kuat dan berkarakter positif.

Yuki Ayu Sabrina, salah satu srikandi yang saat itu mengenakan jubah berwarna biru laut tampil anggun dengan mahkota bertabur permata. Gadis kelahiran Desa Bremi yang dikenal sebagai sosok yang tegas, pintar dan inovatif ini mengaku sangat menyukai bidang seni, terutama pada seni tari.

"Saya belajar di sanggar sejak usia sekolah dasar dan sampai saat ini saya masih tetap belajar di sanggar El-Gibran. Belajar seni budaya itu sangat menyenangkan, banyak pengalaman dan bisa menambah teman pokoknya keren deh," kata siswi Kelas IX SMAN 1 Kraksaan yang akrab disapa Yuki ini.

Diakui oleh Yuki, banyak hal positif yang didapatnya dengan menekuni bidang seni dan bergabung bersama sanggar seni. Selain terus mengasah kemampuanya dalam seni tari, ia juga berkesempatan mempelajari jenis seni lainnya, salah satunya adalah sebagai penampil busana fantasi yang saat ini sedang trend di Indonesia.

Menekuni dua bidang seni ini saja sudah cukup banyak pengalaman dan prestasi yang dia dapatkan bersama sanggar kebanggaannya. Diantara deretan pengalaman tersebut antara lain mengikuti Jogja Dance Internasional Festival 2016 dan 10 besar penyaji unggulan terbaik pada even East Java Night Specta Blitar 2016 dan East Java Night Specta Malang 2017.

"Alhamdulillah tambahan aktivitas ini tidak mengganggu sedikitpun waktu belajar saya di sekolah, buktinya saya tetap berprestasi di bidang akademik," tandasnya.

Bentukan multitalenta yang dimiliki Yuki ini tentunya tidak lepas dari binaan seorang Sugiono, seniman bertangan dingin asal Kabupaten Pacitan yang tidak lain adalah ketua sanggar El Gibran PAC yang sehari-harinya juga mengbadikan dirinya sebagai Kepala SDN 2 Bremi. Kiprahnya dalam dunia seni acapkali mengharumkan nama Kabupaten Probolinggo tidak hanya di kancah regional saja, namun juga di mancanegara.

Penata Tari Terbaik Jawa Timur pada Festival Kaya Tari Jawa Timur Tahun 2008, 2012 dan 2014 adalah beberapa torehan prestasi salah satu Pengurus Harian Dewan Kesenian Kabupaten Probolinggo ini. Beberapa performance penting yang pernah dilakoni sanggarnya dikatakannya juga sebagai penempa mental yang sangat berpengaruh bagi kualitas dan kemampuan anak-anak sanggar binaanya.

"Kami juga sangat sering perform di TMII, Jakarta pada tahun 2011, tampil di stasiun televisi Metro TV di Bandung tahun 2012 dan pernah juga di Thailand pada tahun 2014 serta di Singapura pada tahun 2018 kemarin," ungkap Kepala Sekolah Berprestasi Jawa Timur 2018 ini.

"Melalui pembinaan seni dan budaya pada sanggar seni, kami selalu berharap akan banyak melahirkan insan-insan pecinta seni yang berkualitas dan mampu menjaga serta melestarikan kekayaan seni dan budaya luhur yang dimiliki oleh bangsa kita," imbuhnya. (dra)